BANDAR TOGEL SGP – Tantangan Berat Yang Menanti Pep Guardiola di Manchester City

Tugas berat menanti Pep Guardiola yang akan melatih Manchester City musim depan setelah City tidak bisa berbuat banyak baik di liga domestik maupun juga liga champions.

Berganti-ganti kepemimpinan atau pelatih dalam sebuah tim sepak bola adalah normal karena pihak manajemen pasti ingin yang terbaik dari sebelumnya apalagi jika musim sebelumnya berakhir tanpa prestasi apapun. Hal ini yang dialami oleh Manchester City yang menyewa jasa kepelatihan Pep Guardiola Spanyol yang telah gagal mengantarkan Bayern Munich menjadi juara liga champion di musim lalu. Pelatih berkebangsaan ini memiliki tugas yang sangat berat musim depan demi membawa kembali City ke jalur juara di liga Inggris dan juga liga Champions. bandar togel sgp

pep

Pep Guardiola: Memenuhi Target Manuel Pellgerini di Citizens

Musim depan 2016/2017 akan menjadi sebuah musim berat sekaligus tantangan terbesar bagi Pep Guardiola. Mengapa demikian? Pelatih Manchester City sebelumnya yaitu Manuel Pellegrini telah mentargetkan standar kesuksesan yang sangat tinggi untuk calon anak-anak asuhannya tersebut. Standar tersebut dinilai sangat tinggi sekaligus menyulitkan bagi Guardiola yang akan segera melatih Citizen musim depan. Sejak melatih Citizens di tahun 2013, banyak prestasi yang telah dibuat Pellegrini bersama dengan City. Trofi piala liga telah berhasil dipersembahkannya selama melatih tim yang bermarkas di Etihad tersebut sebanyak dua kali. Selain piala liga, juara premiere league musim 2013/2014 juga mampu dipersembahkan oleh anak-anak asuhan Pellegrini. Tidak mengherankan jika dirinya memasang target yang sangat besar untuk pelatih berikutnya yang akan segera menangani City. Dengan standar yang dibuat itu, maka tugas Guardiola semakin berat dan juga menantang. judi bola sbobet

Meskipun standar yang diinginkan besar dan juga berat, namun hal itu tidak akan membuat Guardiola menjadi gentar, pasalnya semau target yang serupa pernah dialami oleh pelatih plontos itu ketika pindah dari Barcelona menuju Bayern Munchen. Saat itu, Guardiola juga dipasangkan standar yang sangat tinggi dan juga berat demi kesuksesan Munchen di kancah liga domestik maupun juga eropa. Memang jauh sebelum Guardiola datang, Munchen memang telah dianggap sebagai salah satu tim besar di Jerman maupun juga di liga champions eropa. Dominasi Munchen sendiri untuk liga jerman maupun juga piala liga sangat hebat dan tidak pernah bisa terbendung karena semau bagian tim sangat solid mulai dari bagian pertahanan dan juga serangan depan. prediksi bola

Namun bisa dikatakan jika lawan-lawan Munchen di liga domestik sangatlah lemah dan tidak sepadan sehingga mudah bagi Munchen untuk bisa meraih poin penuh dan bercokol di klasemen puncak Bundesliga. Hampir setiap musim Bundesliga bergulir, Munchen selalu mampu untuk menjadi juara dan tidak pernah absen untuk bisa berlaga di liga champions eropa. Bahkan selalu bisa menembus babak penting seperti semifinal meskipun dalam final, hasil eksekusinya tidak begitu baik. Tetapi, mendapatkan Pep Guardiola yang sukses mengantarkan Barcelona menjadi juara liga maupun champions ternyata tidak bisa diperoleh disini. Munchen dianggap gagal berada di liga Eropa karena tidak mampu memanfaatkan peluang apapun mekipun pemain yang dimiliki terbilang sangat canggih dan juga mumpuni.

Bisa diperhatikan jika di setiap musim yang bergulir di Bundesliga, Munchen tidak pernah lepas dari perebutan gelar juara. Mungkin hanya Borussia Dortmund dan juga Munchen Gladbach yang sedikit bisa memberikan sebuah perlawanan yang ketat untuk Munchen meskipun pada akhirnya tidak mampu menghalangi laju Munchen untuk meraih gelar juara liga kembali. Namun berada di level kontinental atau eropa, Pep Guardiola seolah tidak mampu berbuat apa-apa dan Munchen terlihat terseok-seok dalam laga eropa yang dijalankannya. Hal ini semakin dibuktikan dengan ketidakmampuan Guardiola untuk membawa Munchen melangkah ke babak final liga champions yang terbilang berada di depan mata. Kekecewaan itu membuat Guardiola harus angkat koper dari Jerman menuju Inggris.

Tugas Guardiola menunggu di musim depan dan mau tidak mau, suka atau tidak, pelatih asal Spanyol ini harus memenuhi atau bahkan melampaui target kesuksesan yang dibuat oleh Pellegrini. Sayangnya hal itu sepertinya cukup sulit untuk dibuat karena persaingan di liga Inggris jauh lebih ketat dibandingkan dengan Bundesliga. Beberapa tim di liga Inggris dianggap lebih kuat dengan tingkat kemampuan yang seimbang dan cukup merata di berbagai lini, selain itu jumlah tim juga sangat banyak sehingga persaingan lebih ketat dan membuat pekerjaan rumah Pep Guardiola semakin berat karena standar tinggi tersebut sangat sulit untuk diterapkan di liga Inggris. Hal ini memungkinkan Guardiola untuk mengubah strategi sekaligus bongkar pasang pada posisi pemain maupun perubahan struktur pada pola permainan demi menemukan komposisi terbaik yang mampu menggedor pertahanan lawan lainnya. Kesalahan dalam pembongkaran mungkin juga berakibat fatal bagi karir Guardiola di Etihad karena City selalu mentargetkan kemenangan guna bertahan di liga utama. judi poker online

Bila harus dilakukan perombakan pada pemain untuk menemukan yang berkualitas guna menggedor daya serangan City, maka Pep Guardiola mungkin masih mengandalkan beberapa nama besar di MC seperti Raheem Sterling, David Silva, Kevin De Bryne, dan juga Sergio Aguero. Namun dibalik pemain itu, masih ada beberapa nama lainnya yang mungkin harus diberikan perhatian lebih sehingga mampu menemukan bintang baru yang mungkin akan bersinar selama bermian di City. Selain itu, guardiola harus mampu untuk menyesuaikan gaya kepelatihannya dengan gaya bermian para pemain yang telah lama merumput di tanah inggris. Sebut saja di bagian lini tengah seperti Fernando, Yaya Toure, dan juga Fernandinho yang bisa dikatakan sebagai gelandang yang memiliki gaya permainan sama dengan pemain lain di tim sebelumnya dimana Guardiola pernah melatih yaitu Bayern Munchen dan Barcelona. Mendatangkan pemain baru yang memiliki kualitas dan sedang bersinar di dunia persepakbolaan untuk menambah daya serang dari MC.

Tidak hanya lini tengah saja yang butuh perhatian lebih karena lini belakang adalah bagian terpenting dari pertahanan sebuah tim dari serangan tim lainnya. Banyak juga pemain City yang memiliki gaya berbeda dengan Guardiola seperti Vincent Kompany. Sebagai bek, gaya bermainnya cukup terlihat tradisional, sementara untuk pemain lainnya seperti Eliaquim Mangala dan juga Nicolas Otamendi mungkin bisa diperbaiki dengan gaya Guardiola. Joe Hart kemungkinan bessar masih dipertahankan oleh pelatih berkepala plontos ini meskipun gaya bertarungnya berbeda dari Manuel Neuer dan juga Victor Valdes. Guardiola sendiri lebih dikenal dengan pelatih yang memiliki teknik dasar terbaik walaupun teknik yang diciptakannya masih belum bisa stabil. Stabil dalam pengertian jika inti dari sebuah permainan dari tim belum terbentuk dengan sempurna dan maksimal. Namun hal ini dinilai lebih baik untuk merombak sekaligus bongkar pasang untuk dijadikan skuad sesuai kehendak pelatih. domino qiu qiu

Melihat dari permainan City selama musim lalu dapat menjadi sebuah pembelajaran yang penting bagi Guardiola. Saat City tampil di liga champions dengan banyak pemain bintang yang menghabiskan dana besar ternyata tidak mampu membuat mereka bertahan di zonha eropa. Pep Guardiola diharapkan sanggup untuk mengisi kekosongan sekaligus kekurangan yang terdapat dalam City sehingga mampu untuk kembali menemukan ritem permainan demi menjadi juara liga kembali di premiere league sekaligus mampu mengancam tim berpengalaman lainnya di zona eropa liga champion.